Apa itu Cengkeh

Bunga cengkeh kering dari Syzygium aromaticum, pohon evergreen berukuran sedang yang berasal dari Kepulauan Maluku, Indonesia bagian timur.

Kuncup bunga dipanen saat mencapai tahap matang berwarna merah muda, tepat sebelum mekar, kemudian dijemur hingga berubah menjadi cokelat tua. Dikenal dengan aroma alaminya yang kuat, cengkeh merupakan salah satu rempah paling bersejarah dari Indonesia, dan pernah menjadi komoditas utama dalam jalur perdagangan rempah dunia sejak masa lampau.

Di Indonesia, pohon cengkeh mulai menghasilkan kuncup bunga untuk kebutuhan komersial sekitar 4 tahun setelah penanaman. Proses panen dilakukan saat kuncup sudah matang namun belum terbuka, sehingga membutuhkan waktu yang tepat dan umumnya dipetik secara manual. Meskipun periode panen dapat berbeda di tiap wilayah dan iklim, musim panen utama cengkeh biasanya berlangsung antara Juni hingga September, dengan beberapa panen tambahan tergantung curah hujan dan kondisi lokal. Petani Indonesia sering melakukan pemetikan dalam beberapa tahap karena kematangan kuncup terjadi secara bertahap pada setiap pohon.

Sumber Cengkeh

Cengkeh kami dipilih dan disuplai dengan teliti dari berbagai wilayah penghasil di Indonesia, dengan asal utama dari Sulawesi dan Kepulauan Maluku, yang secara historis dikenal sebagai Spice Islands (Kepulauan Rempah Dunia).

Kegunaan Umum

Digunakan secara luas di berbagai industri di seluruh dunia karena fleksibilitasnya dan manfaat alaminya.

Rempah Masak & Baking
Kosmetik dan Farmasi
Kesehatan Gigi / Mulut
Aromaterapi

yang kami tawarkan

Cengkeh AB6 Lal Pari
  • Definisi: Kuncup bunga kering yang belum mekar dari Syzygium aromaticum
  • Tampilan: Kuncup bunga utuh kering
  • Warna: Cokelat kemerahan hingga cokelat tua
  • Aroma: Aroma khas cengkeh yang kuat, tidak apek
  • Kadar air: Maks. 13,5%
  • Benda asing: Maks. 0,5%
  • Kuncup berjamur: Negatif
  • Kandungan minyak atsiri: Min. 17%

Unduh Data Produk

Dapatkan informasi lengkap mengenai spesifikasi teknis, standar kualitas, dan detail ekspor produk ini.

PROSES EXPORT Cengkeh

50 kg berat bersih/karung atau 10 kg berat bersih/kotak karton, dimuat dalam kontainer 20 feet / 40 feet.
  • Sourcing (Pengadaan)
    Kami memperoleh cengkeh langsung dari petani, kolektor, dan fasilitas pengolahan di seluruh Indonesia, untuk memastikan kualitas yang konsisten, keterlacakan, serta kepatuhan terhadap standar internasional.
  • Processing (Proses)
    Produk dibersihkan, disortir, dan diproses sesuai spesifikasi yang diminta pembeli. Kadar air, kemurnian, grading, dan ukuran dijaga sesuai standar industri.
  • Packing (Pengemasan)
    Pengemasan disiapkan sesuai permintaan Anda, tersedia dalam PP bag, karung goni, kotak karton, atau kemasan private label khusus.
  • Container Loading (Kapasitas Muat Kontainer)
    Kontainer 20 feet dan 40 feet dapat dimuat hingga 11 MT dan 25 MT cengkeh, tergantung grade, densitas, dan jenis kemasan.
  • Processing & Dispatch Time (Waktu Proses & Pengiriman)
    Minimum order (20 ft FCL) umumnya membutuhkan 10–15 hari untuk proses, pengemasan, pengecekan kualitas, dan kesiapan untuk dimuat ke kapal. Durasi dapat bervariasi tergantung volume pesanan dan jenis produk.
  • Port of Loading (Pelabuhan Muat)
    Pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok (IDTPR), Jakarta, Indonesia, kecuali ada permintaan lain.
  • Transit Time (Estimasi Waktu Pengiriman)
    Lead time pengiriman tergantung shipping line dan negara tujuan. Umumnya berkisar 2 hingga 8 minggu untuk rute jarak jauh.
  • HS Code
    HS Code untuk cengkeh (tidak dihancurkan maupun digiling) adalah 090710.
  • Payment Terms & Documentation
    Syarat pembayaran dan daftar lengkap dokumen yang disertakan dalam setiap pengiriman (COO, Phytosanitary, Fumigation, Packing List, Invoice, BL, dll.) tercantum pada halaman “Procedures”.

Laporan Video

Eksplor lebih banyak video untuk proses pengadaan, pengolahan, dan operasional ekspor dari seluruh dunia.

Produk Lainnya

Scroll to Top